Apa itu Penyakit Anemia Aplastik?

By Categories : Kesehatan

Penyakit anemia aplastik adalah suatu kondisi dimana sumsum tulang pada tubuh berhenti untuk memproduksi sel-sel darah baru yang cukup. Berbeda dengan anemia pada umumnya, pada jenis anemia aplastik tidak hanya sel darah merah saja yang berhenti berproduksi, tetapi juga sel darah putih atau leukosit dan trombosit. Oleh sebab itu, kondisi ini disebut sebagai pansitopenia.

baca juga :

penyebab kurang darah dan faktor risiko anemia

buah-buahan penambah darah terbaik untuk anemia

Anemia aplastik dapat membuat penderita merasakan lelah serta sangat berisiko terhadap infeksi dan pendarahan yang tidak terkontrol. Penyakit ini tergolong langka namun serius dan dapat menyerang siapa saja, mulai dari anak kecil hingga dewasa, tidak memandang ras dan jenis kelamin. Namun, usia anak-anak hingga dewasa muda lebih berisiko terkena penyakit ini. Penyakit anemia aplastik dapat terjadi tiba-tiba atau terjadi secara perlahan-lahan dan semakin memburuk seiring waktu. Pengobatan yang dapat dilakukan meliputi pemberian obat, transfusi darah, dan transplantasi sel induk.

Patofisiologi anemia aplastik mengungkapkan mekanisme terjadinya penyakit anemia ini dan gajala yang ditimbulkan. Anemia aplastik terjadi saat ada kerusakan sumsum tulang yang menyebabkan terhambatnya atau berhentinya produksi sel darah baru. Susmsum tulang adalah jaringan dengan warna merah yang memiliki struktur seperti spons dan berada di dalam tulang serta menghasilkan sel induk. Dari sel induk tersebut kemudian terbentuklah sel-sel lain. Stem sel di sumsum tulang dapat memproduksi sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.

Pada anemia aplastik, sumsum tulang berada pada kondisi aplastic atau hipoplastic, yang artinya bahwa sumsum tulang kosong atau mengandung sel darah merah yang sangat sedikit.

Penyebab dari Penyakit Anemia Aplastik

anem

Faktor penyebab anemia aplastik yang membuat kerusakan pada sumsum tulang sementara atau permanen yang kemudian mengganggu produksi sel-sel darah merah antara lain:

Terapi Radiasi dan Kemoterapi

Biasanya terapi radiasi dan kemoterapi digunakan untuk melawan kanker. Namun perlu Anda ketahui bahwa selain membunuh sel kanker, juga dapat merusak sel-sel tubuh yang sehat. Termasuk sel-sel induk di dalam sumsusm tulang. Efek samping dari kedua terapi di atas dapat menyebabkan anemia aplastik.

Paparan Bahan Kimia Beracun

Penyebab dari penyakit anemia aplastik selanjutnya adalah berasal dari paparan bahan kimia beracun. Bahan kimia beracun dapat berasal dari pestisida dan insektisida. Selain itu, paparan dari benzena, bahan kimia dalam bensin juga dapat dikaitkan dengan anemia aplastik.

Gangguan Autoimun

Autoimun dapat menyebabkan anemia aplastik. Autoimun adalah suatu kondisi dimana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat tubuh itu sendiri. Termasuk juga menyerang sel induk di dalam sumsum tulang.

Infeksi Virus

Infeksi virus yang mempengaruhi sumsum tulang juga dapat menyebabkan penyakit anemia aplastik di beberapa orang. Hal ini dapat berasal dari virus hepatitis, cytomegalovirus, parvoirus B18, epstein-barr dan HIV.

Faktor yang Tidak Diketahui

Beberapa kasus, dokter tidak mengidentifikasi penyebab anemia aplatis. Kondisi ini disebau dengan idiopatik anemia aplastik.

Kelainan Langka

Beberapa orang dengan anemia aplastik memiliki kelainan langka atau lebih dikenal dengan hemoglobinuria noktural paroksismal. Gangguan ini dapat menyebabkan sel-sel darah merah memecah dengan cepat. Hemoglobinuria noktural paroksismal inilah yang dapat menyebabkan anemia aplastik.

Pengobatan Penyakit Anemia Aplastik

Anemia aplastik dapat disembuhkan melalui terapi suportif, pengobatan anemia aplastik, atau dengan transplantasi stem sel. Tujuan utama dari pengobatan ini adalah untuk meningkatkan jumlah sel darah yang sehat. Saat jumlah darah sudah naik maka penderita tidak lagi membutuhkan transfusi darah, kualitas hidup juga menjadi lebih baik serta gejala anemia aplastik tidak seburuk sebelumnya.

Terdapat tiga kategori pengobatan untuk anemia aplastik.

Perawatan Pendukung

Ini merupakan istilah yang digunakan untuk pengobatan yang dapat membantu mengatasi gejala dari anemia aplastik yang muncul. Terap ini juga tidak untuk menyembuhkan , namun suportif yang meliputi transfusi darah, terapi khelasi besi untuk mengatasi kelebihan zat besi, faktor pertumbuhan, dan antibiotik

Terapi Obat Imunosupresif

Terapi ini akan menurunkan respon kekebalan tubuh. Hal ini juga dapat mencegah sistem kekebalan tubuh agar tidak menyerang sel di sumsum tulang. Hal ini memungkinkan sel induk dapat tumbuh kembali serta meningkatkan jumlah darah. Pada penyakit anemia aplastik yang didapat, terapi imunosupresif yang digunakan adalah ATF dan ditambah dengan siklosporin yang merupakan terapi pilihan untuk penderita yang lebih tua. Obat ini juga digunakan untuk penderita yang tidak memiliki donor sel induk yang cocok. Sekitar 8 dari 10 penderita memiliki respon yang baik terhadap pengobatan ini.

Stem Cell Transpalantation

Transplantasi sumsum tulang juga disebut dengan transplantasi sel induk. Sebelum dilakukan transplantasi maka harus melakukan kemoterapi sera radiasi untuk membunuh sel-sel sumsum tulang serta diganti dengan sel induk dari donor sehat melalui aliran darah. Sel induk tersebut masuk ke sumsum tulang dan mulai membuat sel darah baru yang sehat dan akhirnya dapat meningkatkan produksinya untuk mencukupi kebutuhan tubuh.

Itulah beberapa hal yang perlu Anda pahami mengenai penyakit anemia aplastik.

loading...
Tags:hijab syari style, alis natural untuk wanita berhijab syari, cara untuk cepat gemuk, cewek cantik dan imut hijab syar\i, gadis remaja syar\i, rok jilbab cantik, susu hamil menggemukkan badan