Inilah Faktor Penyebab Janin Tidak Berkembang

By Categories : Kesehatan

Selama memasuki masa kehamilan, penting kiranya untuk selalu memperhatikan kondisi kesehatan yang memiliki pengaruh besar pada perkembangan janin. Berkaitan dengan perkembangan janin, pada penjelasan kali ini kita akan membahas mengenai faktor penyebab janin tidak berkembang. Kehamilan memasuki 12 bulan perkembangan janin sudah dapat di terlihat. Tapi jika dalam masa tersebut janin belum menunjukkan perkembangan bisa dipastikan janin tersebut mengalami blighted ovum. Apa sih yang di maksud dengan blighted ovum tersebut ?

penyebab janin tidak berkembang
Blighted ovum tersebut merupakan suatu kondisi yang menyebabkan sel telur dalam rahim yang berhadil dibuahi oleh sperma namun tidak berkembang menjadi embrio. Maka dengan begitu dalam usia tertentu, kehamilan tersebut akan berhenti dan harus dilakukan pengangkatan atau tindakan kuret. Hal ini sering kali akan menyebabkan pendarahan yang hebat, sehingga diperlukan penanganan yang tepat dalam mengatasinya. Lantas apa yan menjadi penyeba janin tidak berkembang atau brighted ovum tersebut ? Berikut adalah penjelasannya !

Faktor Penyebab dari Janin Tidak Berkembang

Genetik

Penyebab dari janin tidak berkembang yang pertama karena disebabkan oleh faktor genetik. Faktor genetik ini bukan berhubungan dengan faktor keturunan yang berhubungan dengan riwayat keluarga, melainkan dari kondisi sperma atau sel telur tidak baik. Maka oleh karena itulah sangat penting sekali agar selalu dapat memperhatikan kualitas dan kuantitas sperma dan sel telur. Baca juga mengenal tanda-tanda kehamilan.

Infeksi Torch

Selain dapat disebabkan oleh faktor genetik, janin tidak berkembang juga dapat disebabkan karena terinfeksi torch. Diantaranya disebabkan oleh virus  mikrooganisme seperti Cito Megalo Virus (CMV), Toksoplasma dan Herpes Simplek I dan II yang dapat menyerang imutasi dala tubuh. Oleh karena itulah penting bagi Anda ingin merencanakan kehamilan sebelumnya melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Tapi jika telah diketahui terinfeksi virus tersebut pada saat masa kehamilan. Maka harus dilakukan pengobatan dan terapi sesuai dengan resep dokter.

ACA (Anticardiolipin) atau Pembekuan

Penyebab janin tidak berkembang yang terakhir adalah disebabkan oleh adanya pembekuan atau penyumbatan pada pembuluh darah. Dari kondisi tersebut akan menyebabkan pertumbuhan janin menjadi terhenti dan tidak berkembang. Terjadinya kondisi tersebut semua tergantung tingkat sistem kekebalan tubuh ibu hamil. Jika sistem kekebalan tubuh baik, tentu hal itu tidak akan terjadi. Terdapat hal yang harus Anda tahu, jika kehamilan pertama telah mengalami kondisi ini maka resiko kehamilan selanjutnya lebih tinggi. Oleh karena itulah sangat penting untuk dilakukan penanganan yang lebih cepat untuk menghentikan pembekuan tersebut sehingga dapat kembali normal.

Kurangnya asam folat

Penyebab dari janin tidak berkembang selanjutnya adalah kurangnya asam folat. Ketika ibu hamil memeriksakan kandungannya dokter dan bidan tentunya akan memberikan obat ataupun menganjurkan mengkonsumsi makanan kaya asam folat selama kehamilan. Hal ini dikarenakan asam folat sangatlah bermanfaat untuk perkembangan janin yang ada di dalam kandungan. Jika ibu hamil kekurangan asam folat tentunya ini akan berdampak buruk bagi kesehatan ibu hamil dan janin.

Pembekuan darah

Pembekuaan darah juga dapat menyebabkan janin tidak berkembang. Ini karena pembekuan darah mengakibatkan pembuluh darah tersumbat. Jika pembuluh darah tersumbat aliran darah dari ibu yang menuju ke janin tentunya akan terhenti. Hal inilah yang menyebabkan pertumbuhan janin juga berhenti untuk tumbuh dan berkembang.

Ciri-ciri janin tidak berkembang yang perlu diketahui

Nah itulah beberapa penyebab janin tidak berkembang. Banyak ibu hamil yang tidak mengetahui janin yang dikandungnya tidak tumbuh dan berkembang. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah ciri-ciri janin tidak berkembang yang perlu diketahui.

  1. Pendarahan

Ciri yang pertama adalah pendarahan. Pendarahan yang terjadi hampir sama seperti saat mengalami menstruasi. Saat terjadi pendarahan janin yang ada di dalam rahim sedang luluh atau rontok.

  1. Flek terus menerus

Tak hanya pendarahan saja yang merupakan ciri-ciri janin tidak berkembang, flek terus menerus juga merupakan suatu tanda jika janin tidak berkembang. Flek biasanya berwarna cokelat ataupun berupa darah segar. Jika Anda mengalami flek selama dua minggu tidak berhenti bisa jadi janin yang ada di dalam rahim tidak berkembang. Umumnya flek yang muncul akan berhenti selama 24 jam yang dikarenakan pembesaran rahim.

  1. Nyeri hebat

Ciri-ciri janin tidak berkembang selanjutnya adalah nyeri hebat. Nyeri  perut yang menyakitkan dan hebat pada akhirnya dapat menyebabkan pendarahan. Selain merupakan ciri dari janin tidak berkembang. Nyeri hebat pada perut juga merupakan salah satu ciri dari hamil anggur.

  1. Tidak mengalami kenaikan berat badan

Seorang wanita yang hamil pastinya akan mengalami kenaikan berat badan dalam setiap bulannya. Akan tetapi jika Anda tidak mengalami kenaikan bera badan segeralah melakukan USG untuk mengetahui kondisi janin yang ada di dalam kandungan.

Nah itulah beberapa penjelasan mengenai penyebab janin tidak berkembang yang dapat Anda ketahui. Semoga dengan penjelasan kali ini dapat menjadi referensi yang baik bagi kita semua. Baca juga artikel terkait lainnya. Makanan Penyebab Keguguran di Awal Kehamilan.

Tags:ciri ciri janin tidak berkembang, janin tidak berkembang, penyebab janin tidak berkembang, contoh tanda janin tidak berkembang, Ciri janin tidak berkembang, tanda janin tidak berkembang, cara agar janin tidak berkembang, gejala janin tidak berkembang, tanda tanda janin tidak berkembang, ciri2 janin tidak berkembang, penyebab janin tidak berkembang dalam kandungan, cara membuat janin tidak berkembang, penyebab bayi tidak berkembang, ciri janin tdk berkembang, ciri ciri janin tak berkembang