Inilah Penyakit Akibat Kekurangan Protein

By Categories : Kesehatan

Akibat kekurangan protein sangat penting sekali diketahui oleh semua orang. Dengan adanya artikel tentang kesehatan ini diharapkan semua orang mengetahui apa saja penyakit jika tubuh kekurangan protein. Mengetahui hal ini tentu saja sangat berguna agar tubuh terhindar dari segala penyakit yang mungkin saja menyerang.

Protein merupakan nutrisi penting yang berperan untuk menopang petumbuhan dan juga berguna untuk memelihara keseimbangan tubuh. Beberapa fungsi protein bagi tubuh antara lain untuk pembentukan sistem imun tubuh, meregenerasi sel, mengatur metabolisme tubuh, membantu dalam pembentukan sel darah merah, pembentukan otot yang dapat membantu perkembangan dan pertumbuhan anak-anak serta protein merupakan enzim yang dapat mempercepat reaksi biologis.

akibat kekurangan protein

Mengingat betapa pentingnya fungsi protein bagi tubuh, tentu saja kita harus selalu memenuhi kebutuhan protein dalam setiap harinya. Ada beberapa makanan yang mengandung protein tinggi yang dapat Anda konsumsi, seperti telur, susu dan masih banyak lagi. Sebelum membahas mengenai apa saja akibat jika tubuh kekurangan protein, sebaiknya Anda mengetahui kebutuhan protein harian.

Perlu Anda ketahui jika kebutuhan protein harian setiap orang berbeda-beda. Asupan protein sangat dipengaruhi oleh jenis aktivitas serta berat badan yang dimiliki. Jika seseorang memiliki aktivitas yang biasa saja, maka kebutuhan protein hariannya adalah 1 gram/kg berat badan. Sebagai contoh, jika seseorang memiliki berat badan 60 kg dengan massa lemak 10 kg maka berat yang dihitung adalah 60-(60×10%) = 54 kg. Jadu kebutuhan proteinnya adalah 54 gram dalam setiap harinya. Lalu bagaimana jika seseorang kekurangan asupan protein? Berikut adalah beberapa penyakit yang disebabkan karena kekurangan protein.

Daftar penyakit akibat kekurangan protein di dalam tubuh

Kwashiokor

Yang pertama adalah kwashiokor. Penyakit ini seringkali dijumpai dan sering terjadi pada anak-anak usia 1 hingga 3 tahun. Kwashiokor memiliki ciri-ciri seperti pandangan mata sayu, anemia, jika terjadi luka sulit sembuh, mudah lelah, sering mengalami diare, kulit kering dan pecah-pecah. Penyakit ini harus diwaspadai, karena jika seorang anak mengalami penyakit ini maka akan menyebabkan cacat mental seperti ADHD pada anak.

Baca juga makanan yang mengandung protein tinggi

Marasmus

Bebeda dengan kwashiokor, marasmus sering terjadi pada balita di bawah 12 bulan. Jika tidak segera diatasi penyakit ini sangat berbahaya. Karena dapat menyebabkan kematian. Maramus memiliki beberapa ciri seperti hilangnya nafsu makan, diare, berat badan kurang di atas normal dan juga suhu tubuh menjadi rendah.

Gagal hati

Penyakit yang disebabkan karena kekurangan protein selanjutnya adalah  dapat menyebabkan gagal hati. Gagal hati akibat kekurangan nutrisi ini diakibatkan karena ketidakmampuan sel hati untuk beregenerasi. Seseorang yang menderita hal ini harus segera mendapatkan pertolongan medis, karena telat dalam penanganan dapat menyebabkan kematian. Ciri-ciri seseorang yang mengalami gagal hati antara lain mudah lelah, pembengkakan pada perut, mudah memar dan berdarah, penyakit kuning dan juga nafsu makan hilang serta berat badan mengalami penurunan.

Penyakit jantung

Selain penyakit tersebut, kurangnya asupan nutrisi juga dapat menyebabkan masalah pada kesehatan jantung. Hal ini dikarenakan detak jantung yang normal dipengaruhi oleh protein yang dikonsumsi. Seseorang yang mengalami masalah jantung akibat kurang protein, biasanya memiliki ciri seperti sering sesak napas, mudah lelah, batuk dan nafsu makan berkurang. Oleh karena itu, mulaiah mengonsumsi makanan yang mengandung protein agar tidak mengalami masalah pada jantung.

Gangguan pada otak

Akibat kekurangan protein berikutnya adalah menyebabkan gangguan pada otak. Seseorang yang kurang protein, dapat menyebabkan kecepatan berfikir seseorang akan menjadi rendah. Namun tak hanya itu saja hal ini juga dapat mengakibatkan kurangnya kecepatan motorik, mudah depresi dan juga stres.

Cachexia

Berikutnya adalah cachexia. Menurut American Journal of Clinical Nutrition, penyakit ini menyebabkan penderitnya mengalami penurunan berat badan, gagal ginjal, penyakit menular, kanker AIDS dan bahkan kematian jika tidak ditangani dengan baik. Ciri-ciri umum seseorang menderita cachexia antara lain mudah lelah, berat badan menurut yang sangat ekstrim, menipisnya otot rangka dan terjadinya degradasi protein.

Apati

Apati merupakan suatu kondisi tubuh yang menyebabkan emosi seseorang menjadi tumpul. Akibatnya hal ini bisa mempengaruhi tingkah laku dan fungsi konitif. Seseorang yang mengalami apati biasanya juga akan disertai oleh depresi. Ciri-cirinya yaitu kurang peduli terhadap masalah,  fluktuasi emosi tidak terjadi, kurang respon terhadap suatu peristiwa atau kejadian serta tidak ada keinginan untuk belajar hal baru.

Rambut Rontok

Rambut rontok yang berlebih juga menandakan seseorang kekurangan protein. Hal ini tentu saja  tidak bisa dianggap sepele, sebab rambut rontok yang berlebih dapat menyebabkan kebotakan dan bahkan sulit untuk tumbuh kembali. Jika Anda mendapati ciri rambut sering rontok saat menyisir, bangun tidur dan berkeramas sebaiknya periksakan siri ke dokter atau paling tidak pastikan Anda mencukupi asupan protein.

Baca juga penyebab rambut rontok pada wanita

Nah itulah beberapa akibat kekurangan protein bagi tubuh.

loading...
Tags:kekurangan protein sejak dini dapat menyebabkan gejala penyakit