Mengenal Tanda Bahaya Kehamilan

By Categories : Kesehatan

Setiap ibu hamil pasti menginginkan dapat menjalani kehamilannya dengan kondisi yang sehat dan lancar. Namun dibalik harapan tersebut, di antara banyak ibu hamil juga ada yang mengalami beberapa tanda-tanda bahaya kehamilan yang belum banyak mereka ketahui. Maka dari itulah sebelum Anda memutuskan untuk hamil atau memiliki anak, perlunya Anda mengetahui beberapa tanda-tanda bahaya kehamilan yang tentui saja akan mempengaruhi terhadap kondisi Anda sendiri dan janin yang ada dalam kandungan. Langsung saja berikut ini penjelasan menganai beberapa tanda bahaya kehamilan untuk Anda ketahui.

 Tanda Bahaya Kehamilan

Berikut  Tanda Bahaya Kehamilan yang Perlu Anda Ketahui

Pendarahan

Tanda bahaya kehamilan yang paling berbahaya yang pertama adalah ketika mengalami pendarahan. Kondisi tersebut harus secepatnya mendapatkan pertolongan secara intensif, karena jika tidak akan mengancam keselamatan ibu dan janin dalam kandungannya. Hal ini biasanya sering dialami ibu hamil ketika:

  • Pada saat kehamilan berusia kandungan 3 bulan, karena kondisi tersebut masih dalam fase yang rawan yang di mana sering terjadi keguguran dari hasil pendarahan tersebut.
  • Kedua, pendarahan akan terjadi kembali ketika kehamilan pada usia kandungan 7-9 bulan. Dalam pendarahan ini meskipun sedikit juga dapat mengancam keselamatan ibu dan janin.

Janin Tidak Bergerak

Kehamilan atau bayi dalam umur 4-5 bulan sudah mulai akan terasa gerakannya dan secara normal sangat aktif. Namun jika gerakan janin dalam 24 jam sudah tidak mengalami pergerakan dalam kandungan maka segeralah untuk dapat memeriksakan ke dokter karena kemungkinan bisa saja terjadi masalah yang serius pada kondisi janin tersebut.

Muntah Berlebihan

Muntah merupakan tanda kehamilan dan sering dialami oleh ibu hamil pada umumnya. Namun jika muntah tersebut berlebihan bisa jadi itu merupakan Hiperemesis Gravidarum yang di mana kondisi tersebut ibu hamil akan mengalami muntah yang berlebihan dan berpengaruh pada pola makan. Jika kondisi ini tidak disadari dan tidak ditangani secara cepat maka akan mengakibatkan kerusakan pada organ hati, selaput lendir lambung hingga syndrom Mallory Weiss (pendarahan pada saluran cerna). Alhasil dapat mempertaruhkan pada keselamatan nyawa ibu dan janin tersebut.

Ketuban Pecah Secara Dini

Ketika ketuban pecah secara dini atau belum pada waktunya merupakan bahaya terakhir yan di mana kondisi tersebut harus segera dilakukan tindakan persalinan untuk menyelamatkan ibu dan janinnya. Jika tidak ibu dan janin akan mudah terkena infeksi dan membahayakan nyawa keduanya. Kondisi ini biasanya dialami ketika ibu hamil tersebut menderita beberapa penyakit seperti anemia berat, malaria, TBC, dan infeksi kehamilan atau penyakit keputihan.

Nah,itulah sedikit ulasan untuk mengenal tanda bahaya kehamilan. Sebaiknya untuk mengatasi secara dini tanda bahaya kehamilan tersebut, Anda bisa melakukan pemeriksaan kehamilan secara berkala. Selain itu perbanyaklah membaca buku tentang kehamilan untuk menambah pengetahuan Anda tentang kehamilan. Baca juga Manfaat susu kedelai untuk ibu hamil.

loading...