Penyebab dan Ciri- Ciri Anak Hiperaktif

By Categories : Kesehatan

ADHD (Attention Deficit and Hyperactivity Disorder) atau yang lebih dering disebut dengan anak hiperaktif merupakan seorang anak yang selalu suka bergerak, tidak mau diam seakan-akan ia memiliki energi yang tidak pernah habis. Dalam dunia medis, ADHD merupakan kelainan perilaku dan psikiatrik yang sering terjadi pada anak-anak. ADHD juga akan membuat penderitanya impulsif sehingga seorang anak yang hiperaktif akan melakukan sesuatu tanpa berfikir terlebih dahulu, merasakan kegelisahan yang berlebihan, mengalami kesulitan dalam belajar dan mudah merasa terganggu.

Sayangnya, para orang tua sering salah menduga dan tidak menyadari bahwa sang anak tengah mengalami suatu kelainan dan membiarkannya begitu saja, seolah-olah hal tersebut adalah hal yang biasa dilakukan oleh anak seumurannya.

Ciri-Ciri Anak hiperaktif

Ada beberapa hal yang menyebabkan anak menjadi hiperaktif yaitu:

  • Malfungsi otak
  • Pengaruh lingkungan
  • Kerusakan kecil pada saraf pusat dan otak
  • Temperamen bawaan
  • Epilepsi
  • Gegar otak

Selain itu, ADHD juga dapat disebabkan karena adanya gangguan di kepala karena persalinan sulit, keracunan hingga gizi buruk. Lantas apa saja ciri-ciri anak hiperaktif? Berikut ulasannya!

Tidak dapat berkonsentrasi dan fokus

Seorang anak yang terkena hiperaktif cenderung tidak dapat menyelesaikan tugas mereka dengan baik. Mereka sangat cepat sekali beralih dari satu kegiatan ke kegiatan yang lain. Contohnya seperti saat ia bermain bola dan ia melihat seorang anak lain membawa mainan yang berbeda, ia akan membuang bolanya dan bermain dengan akan tersebut. Tak hanya itu saja, anak yang menderita ADHD juga sangat mudah beralih perhatian dan sangat mudah berubah suasana hati.

Tak mampu mengontrol gerakan

Seseorang yang hiperaktif tentunya tidak dapat duduk dan diam begitu saja. Dalam setiap aktifitasnya anak tersebut akan selalu bergerak baik itu jalan-jala hingga berlari. Kalaupun ia duduk, ia pun tidak akan tenang seperti bergoyang-goyang ataupun merosot hingga terjatuh dari tempat duduk. Normalnya seseorang yang capek bermain ia akan diam dan duduk tenang, namun anak yang menderita ADHD cuma minum kemudian bergerak lagi.

Destruktif

Ciri-ciri anak hiperaktif selanjutnya adalah memiliki sifat destruktif atau perusak. Contohnya saat bermain puzzle. Seorang anak yang aktif pastinya akan duduk diam dan berkonsentrasi untuk menyelesaikan permainan tersebut. Akan tetapi anak yang hiperaktif justru sebaliknya, ia akan menghancurkan puzzle yang sudah tersusun rapi. Tak hanya saat bermain puzzle saja, ia pun gemar merusak benda-benda yang ada disekelilingnya.

Suka menentang dan tanpa tujuan

Anak yang hiperaktif pada umumnya tidak suka dinasihati dan selalu menentang orang-orang yang menasihatinya, tak hanya itu saja dalam melakukan sesuatu anak hiperaktif juga akan melakukannya tanpa tujuan. Sebagai contoh, jika anak aktif membuka buku pastinya ia akan membaca ataupun mengerjakan pekerjaan rumah mereka. Namun tidak dengan akan hiper aktif, ia justru akan merobek, melipat ataupun mencoret buku yang ia buka.

Tak kenal lelah

Anak yang hiperaktif sepanjang harinya akan selalu bergerak kesana kemari, melompat, berlari, berguling dan lainnya. Meskipun selalu bergerak ia tak pernah letih dan lelah. Dan pastinya hal ini dapat membuat orang tua merasa tidak sanggup dalam mengurus mereka yang hiperaktif.

IQ rendah

Sama halnya dengan bayi prematur seseorang yang hiperaktif juga memiliki intelektualitas yang rendah di bawah rata-rata anak normal. Hal ini dikarenakan perkembangan otak anak hiperaktif dipengaruhi oleh psikologis mentalnya. Anak hiperaktif psikologis mentalnya sudah terganggu. Sehingga ia tidak mampu menunjukkan kemampuan kreatifnya.

Melakukan sesuatu secara tiba-tiba 

Anak yang hiperaktif akan melakukan sesuatu secara tiba-tiba tanpa dipikir terlebih dahulu apa yang ia lakukan. Hal ini biasa disebut dengan impulsif. Tak hanya itu saja, si anak juga akan meraih dan mengambil apapun yang ada di depannya. Gangguan ini seringkali dialami oleh seseorang anak yang usianya belum mencapai 7 tahun.

Usil dan tidak sabaran

Ciri lainnya adalah ia akan usil dan menjadi tidak sabaran. Ketika sedang bermain bersama teman-temannya. Si anak yang hiperaktif tidak mau menunggu giliran dan ingin langsung merebutnya. Anak hiperaktif juga sering mengusili anak lain yang sedang bermain dengannya, seperti mencubitnya, menggoda dan lainnya.

Cara mengatasi anak hiperaktif

Mengatasi anak hiperaktif adalah merupakan sebuah tantangan yang unik. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran yang kreatif agar Anda lebih mudah dalam mengatasinya. Bantulah si kecil untuk fokus dengan cara menyajikan informasi menarik dan mudah dicerna, buatlah aturan untuk anak dan mintalah bantuan kepada orang lain untuk berinteraksi dengannya untuk melakukan hal yang sama. Cara ini merupakan cara paling efektif untuk mengajarkan anak hiperaktif tentang segala macam sesuatu.

Demikianlah ulasan penyebab dan ciri-ciri anak hiperaktif yang perlu Anda ketahui. Baca juga artikel tentang Makanan yang baik untuk otak anak.

loading...
Tags:ciri ciri anak hiperaktif, ciri ciri hiperaktif, anak prematur hiper aktif, kehidupan anak dengan perilaku seks bebas, ciri2 cewek hiperaktif, ciri2 anak hiperaktif, ciri mata hiperaktif, ciri firi anak super aktip, ciri ciri anak hyperaktif, ciri ciri anak hiperaktiv, ciri ciri adhd pada anak, ciri bayi hiperaktif, cewek hiperaktif, cewe hiperaktif, malfungsi Otak apa tang membuat Hiperaktiv