Sering Lemas? Ketahui Gejala Kurang Darah dan Cara Mengatasinya

By Categories : Kesehatan

Gejala kurang darah dapat dialami oleh siapa saja, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Gejala yang paling sering dialami adalah tubuh berasa lemas dan mudah capek. Kurang darah atau disebut anemia merupakan sebuah kondisi dimana tubuh tidak memiliki hemoglobin atau sel darah merah yang cukup untuk membawa oksigen ke seluruh bagian tubuh. Sel darah merah tersebut hemoglobin yang berfungsi untuk mengikat serta membawa oksigen dari paru-paru dan mengantarkannya ke semua jarngan tubuh. Saat sel darah merah terlalu rendah maka sel tubuh tidak dapat mendapatkan asupan oksigen yang cukup sehingga tidak dapat menjalankan fungsinya dengan normal.

Ada beberapa jenis anemia, diantaranya adalah anemia aplastik, anemia hemolitik, anemia sel sabit, dan sebagainya. Penyebab kurang darah juga berbeda-beda, seperti kehilangan darah akibat luka, kekurangan zat besi, kekurangan vitamin B12, dan sebagainya. Selain itu, anemia juga dapat menjadi gejala penyakit lain yang lebih serius. Anemia dapat bersifat jangka pendek atau sementara dan jangka panjang. Untuk gejala kurang darah dapat bervariasi, hal ini tergantung dari penyebab utamanya. Jika Anda mengalami gejala di bawah ini, kemungkinan besar Anda mengalaminya.

Gejala Kurang Darah atau Anemia

anem

Sakit Kepala

Sakit kepala sebenarnya bukan penyakit yang berisiko besar, namun jika tidak segera diatasi dapat membuat kepala yang sakit semakin parah. Selain karena beberapa hal, sakit kepala juga dapat disebabkan karena gejala anemia. Gejala ini memang umum bagi penderita yang kekurangan darah. Ini disebabkan karena sel darah merah terhambat dan tidak dapat bekerja secara maksimal di dalam tubuh. Selain itu, kondisi ini juga dapat menimbulkan tanda-tanda lain seperti mengkhayal dan tidak dapat berdiri tegak.

Lesu dan Lemas

Jika Anda mengalami tanda-tanda seperti mudah lemas dan lesu padahal tidak melakukan aktivitas berat maka ini merupakan salah satu gejala kurang darah atau anemia. Hal tersebut terjadi karena tubuh kekurangan energi serta pasokan oksigen yang berfungsi untuk mensintersis makanan. Kekurangan sel darah merah menyebabkan kadar oksigen tubuh juga berkurang dan tidak dapat memenuhi kebutuhan tubuh.

Nafas Sering Sesak

Kekurangan darah menyebabkan oksigen tidak dapat dibawa secara maksimal oleh darah sehingga membuat pernafasan menjadi terganggu. Biasanya ini akan lebih terasa ketika melakukan olahraga berlebih atau melakukan aktivitas berlebih lainnya.

Tes Ujung Jari

Seseorang yang memiliki darah normal dan memiliki cukup nutrisi akan menyebarkan oksigen ke seluruh bagian tubuh manusia, salah satunya jari. Salah satu cara untuk melihat apakah orang tersebut mengalami kekurangan darah atau anemia adalah dengan memencet ujung jari hingga terasa sakit dan Anda lihat apakah kembali berwarna merah atau tidak. Jika tidak, maka kemungkinan orang tersebut kekurangan darah.

Detak Jantung Tidak Normal

Mengalami detak jantung yang tidak normal atau dalam dunia medis disebut dengan palpitasi, terkadang cepat atau lamban merupakan indikasi darah tidak cukup membawa oksigen ke jantung. Hal ini merupakan gejala anemia yang perlu Anda ketahui.

Kelopak Mata Pucat

Untuk mengetahui seseorang mengalami kekurangan darah atau tidak dapat dilihat dari kelopak matanya. Caranya adalah renggangkan mata lalu perhatikan bagian bawah mata. Jika terlihat pucat maka ini salah satu gejala kurang darah.

Kaki Kesemutan

Gejala lain yang dapat ditimbulkan adalah kaki sering mengalami kesemutan atau kedinginan. Kondisi ini biasanya dirasakan pada malam hari. Bahkan dalam kondisi yang cukup parah, kaki akan sulit untuk bergerak. Ini dikarenakan aliran sel darah merah tidak dapat berjalan dengan baik.

Cara Mengatasi Anemia atau Kurang Darah

Telur

Kandungan protein pada telur baik untuk memproduksi sel darah merah di dalam tubuh. Anda dapat mengonsumsi telur rebus untuk meningkatkan kadar sel darah merah. Caranya adalah rebus telur menggunakan air rebusan yang dicampur dengan bawang merah selama 30 menit.

Hati Ayam

Cara cepat mengatasi anemia adalah dengan menggunakan hati ayam. Selain baik untuk meningkatkan sel darah merah, hati ayam juga baik untuk stamina tubuh. Cara mengolahnya adalah dengan cara direbus atau diolah menjadi tim dan dikonsumsi 2 kali sehari.

Jambu Biji

Jambu biji merupakan salah satu buah-buahan penambah darah terbaik yang dapat Anda konsumsi. Anda dapat mengonsumsi buah jambu secara langsung atau diolah menjadi jus. Buah jambu merah mengandung vitamin C, A, B1 serta zat besi yang berperan penting untuk pembentukan hemoglobin.

Sayuran Hijau

Selain buah, sayuran hijau juga baik untuk mengatasi anemia. Sayuran hijau yang dapat Anda pilih adalah bayam, seledri, kangkung, dan kembang kol. Sayuran hijau baik untuk anemia dan dapat membantu mengontrol berat badan Anda.

Kacang Almond

Salah satu jenis kacang-kacangan yang baik untuk penderita anemia adalah jenis kacang almond. Jenis kacang ini mengandung zat besi yang cukup tinggi dan baik untuk meningkatkan aliran dalam darah.

Itulah beberapa gejala kurang darah dan cara mengatasinya yang perlu Anda ketahui.

loading...