3 Pelajaran Cinta B.J Habibie Seperti Cinta Pada Si Gula Jawa

  • 2 min read
  • Aug 02, 2020
Table Of Content [ Close ]

    Dear, Smart Ladies!

    Siapa yang tak kenal dengan Bacharuddin Jusuf Habibie? Ya. Presiden Republik Indonesia ketiga yang baru saja meninggal dunia ini adalah salah satu tokoh reformasi tahun 1998.

    Sosok mantan Presiden RI dikenal masyarakat Indonesia adalah pemuda cerdas, suami romantis, dan setia pada pasangan. Terlebih setelah kisah perjuangannya bersama sang istri tayang di bioskop seluruh Indonesia. Sontak masyarakat berdecak kagum atas semangat dan perjuangan hidup B.J. Habibie menjalani kehidupan sebagai suami istri.

    Ilmuan Indonesia yang ahli di bidang pesawat terbang ini, sangat mencintai pasangan dan memberikan apresiasi kepada perempuan satu-satunya, yaitu Ainun, hingga panggilan mesra si gula jawa pada pasangannya menjadi isyarat bahwa pesona pasangan sangat mampu membuat Habibie menemukan tujuan hidupnya.

    Ladies, pastinya ingin seperti kisah cinta B.J. Habibie dan Ainun bukan? Mari, temukan tiga pelajaran cinta B.J. Habibie agar pasangan tulus dan setia seperti si gula jawa.

    1. Cinta yang Manunggal

    Berdasarkan kisah cinta B.J Habibie dan Ainun disebutkan bahwa cinta pasangan itu utuh atau manunggal,” Di mana ada Ainun, di situ ada Habibi”. Pernyataan ini bukan sekadar isapan jempol, tetapi telah dibuktikan dalam 40 tahun perjalanan hidup pasangan ini senantiasa bersama. Segala keadaan yang terjadi pada pasangan senantiasa siap dihadapi bersama. Jadi, makna manunggal ditujukan pada kesetiaan pasangan melalui kehadirannya dalam tiap aktivitas. Keberadaan pasangan dapat memberikan semangat, dukungan dan lainnya dalam menghadapi segala cobaan. Sekalipun berpisah dengan pasangan, tetapi cinta yang tulus akan tersimpan dan dikenang dalam hati.

    2. Masa Depan Lebih Utama daripada Masa Lalu

    Dalam suatu pernyataan B.J Habibie lainnya mengatakan bahwa, “Masa depan adalah milik kita, masa lalu saya adalah milik saya, dan masa lalu kamu adalah milik kamu.” Ini mengajarkan bahwa saat pasangan bersedia menjalani hidup bersama, secara otomatis keduanya berkomitmen melepaskan masa lalu masing-masing dan bersedia menerima apapun keadaan yang ada pada pasangannya ke depan sehingga kedua pasangan telah benar-benar siap melewati segala rintangan dalam kehidupan.

    3. Tak Ada yang Sempurna dan Abadi

    Sosok Habibie yang jujur, berasal dari keluarga biasa pada umumnya, bukan dari keluarga yang mapan dan sempurna layaknya pria yang mencoba mendekati Ainun. Habibie muda menyadari,  keadaannya tidak akan mampu memberikan kemewahan hidup dan tidak akan cukup memikat hati pasangannya. Namun, cinta yang tulus penuh tanggung jawab dan berjanji menjadi yang terbaik dalam hidup pasangannya adalah kunci keberhasilan Habibie mewujudkan pernikahannya.

    Ladies, ketiga pelajaran cinta yang diajarkan B.J Habibie semoga dapat menjadi petunjuk untuk mempersiapkan diri memberikan yang terbaik pada pasangan. Amin.

     

    Dikutip dari :
    https://joeragan-artikel.com/3-pelajaran-cinta-b-j-habibie-seperti-cinta-pada-si-gula-jawa/

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *