Kece Parah! Ini 5 Wisata Sejarah yang Instagramable

  • Share
5 wisata kota tua yang instagramable (Foto: Instagram @leosuwandi)
5 wisata kota tua yang instagramable (Foto: Instagram @leosuwandi)

DIMIGADO – Wisata kota tua di Indonesia kini kembali menggeliat. Beberapa pemerintah daerah sebagai pengelola wisata kota tua ini mencoba menghidupkan kembali atmosfer kejayaan kota tua untuk menarik wisatawan. Kawasan wisata kota tua yang identik dengan peninggalan bangunan era kolonial memang sangat menarik minat para pecinta sejarah. Tidak hanya itu, pemugaran yang dilakukan di beberapa kawasan wisata kota tua ini juga membuatnya menjadi spot foto yang instagramable.

Sebagai negara yang pernah diduduki Belanda, Indonesia memiliki banyak sekali peninggalan berupa bangunan-bangunan khas bergaya Eropa yang hingga kini masih berdiri kokoh. Keunikan arsitektur inilah yang mampu memikat wisatawan. Bagi kamu yang hobi fotografi, kota tua dengan bangunan vintage memang cukup menarik untuk didatangi. Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah 5 destinasi wisata kota tua di Indonesia yang tidak hanya kaya akan sejarah tapi juga instagramable.

1. Wisata Sejarah di Kota Tua Jakarta

Kawasan wisata Kota Tua Jakarta (foto: myeatandtravelstory.wordpress.com)

Kawasan wisata kota tua Jakarta memang sudah sangat tersohor. Bangunan-bangunan berasitektur kolonial masih berdiri cukup gagah hingga kini. Setiap harinya banyak sekali wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke sini. Kawasan kota tua Jakarta terbilang sangat luas. Banyak sekali museum-museum yang menawarkan sejarah, mulai dari Museum Fatahilah, Museum Wayang, Museum Bank Indonesia, Jembatan Kota Intan, dan lain sebagainya.

Jika menilik sejarahnya, wilayah ini dulunya dikenal dengan sebutan Pelabuhan Sunda Kelapa hingga kemudian Raden Fatahillah menyerang dan mengganti nama kawasan ini menjadi Jayakarta. Kedatangan bangsa Belanda juga berperan dalam rentetan sejarah kota tua. Pada masa itu, VOC yang merupakan perserikatan dagang Belanda dipimpin oleh Jan Pieterszoon Coen menyerang Jayakarta.

(foto: blog.romee.id)

Setelah berhasil meruntuhkan kawasan ini, VOC mengganti nama Jayakarta menjadi Batavia serta melakukan ekspansi wilayah hingga ke tepi Barat Sungai Ciliwung. Pembangunan kota pun selesai pada tahun 1650 dan Batavia dinobatkan sebagai kantor pusat VOC. Tidak berhenti sampai disitu, pasukan Jepang datang dan berhasil menduduki Batavia di tahun 1942. Kemudian nama kawasan tersebut kembali diganti menjadi Jakarta seperti yang kita kenal saat ini.

Sebagai upaya pelestarian serta perlindungan kawasan bersejarah ini, Gubernur Ali Sadikin yang menjabat sebagai Gubernur Jakarta pada masa itu meresmikan Kota Tua Jakarta pada tahun 1972 sebagai situs peninggalan sejarah. Ketika kamu memasuki kawasan Kota Tua ini, tidak akan dipungut biaya. Namun, ketika ingin memasuki beberapa objek wisata dikenakan biaya tiket masuk yang beragam. Tapi tenang, harga tiket di Kawasan wisata ini cukup ramah dikantong.

2. Kawasan wisata Kota tua Bandung, Jawa Barat

5 Wisata Kota Tua Kaya Sejarah dan Instagramable
(foto: Gmap/Yully kh)

Jalan Braga dan Jalan Asia Afrika adalah salah satu Kawasan wisata ikonik di Kota Bandung yang bernuansa kolonial. Kedua jalan ini selalu ramai dikunjungi wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Kawasan Jalan Braga dan Jalan Asia Afrika memiliki daya tarik sendiri lantaran memiliki bangunan-bangunan bergaya kolonial. Memiliki segudang sejarah, dua jalan ini menjadi salah satu wisata kota tua favorit di Indonesia. Banyak wisatawan yang datang untuk berfoto di depan bangunan-bangunan tua bergaya kolonial.

Sejarah jalan Braga sendiri cukup menarik untuk disimak. Konon, jalanan yang memiliki panjang kurang lebih 700 meter ini memiliki keterkaitan dengan praktik politik Tanam Paksa yang diberlakukan oleh Belanda pada tahun 1830 hingga 1870. Dahulu ada rencana menjadikan Kota Bandung sebagai ibukota Indonesia. Oleh karena itu, salah satunya upayanya adalah membangun bangunan penting seperti rumah pelelangan kopi (yang saat ini menjadi Balai Kota).

Di penghujung tahun 1870, kawasan ini berkembang menjadi kawasan elit. Munculnya berbagai toko kelontong, bangunan hotel, bank, restoran, toko tekstil, serta gedung bioskop mulai meramaikan kawasan ini pada masa itu. Sehingga Jalan Braga menjadi pusat perdagangan dan jasa yang berjaya bagi orang-orang Belanda. Sementara salah satu sejarah yang ada di Jalan Asia Afrika adalah diselenggarakannya konferensi Asia Afrika pada tahun 1955.

3. Kota Lama Semarang

(foto: Instagram @travelingwithjuan)
(foto: istimewa)

Kota lama Semarang adalah kawasan wisata yang mimiliki sejarah perdagangan di Indonesia. Kawasan ini penuh dengan bangunan-bangunan era kolonial yang berusia 200-300 tahun. Meski berusia cukup tua, bangunan-bangunan di kota lama Semarang masih berdiri kokoh dan terawat dengan baik. Kini, sebagian besar bangunan masih berfungsi sebagai perkantoran dan juga restoran dengan suasana yang sangat unik.

Kota Lama Semarang sudah ramai sejak abad ke 17. Dilansir dari laman Nativeindonesia, saat itu kawasan kota lama merupakan salah satu pusat perdagangan di Indonesia. Pada abad ke 18 hingga ke 19, banyak pedagang Cina dan juga Arab memenuhi kota Semarang. Bangunan-bangunan yang berdiri megah di kawasan kota lama, menjadi saksi dan bukti dari kejayaan Semarang di era itu.

(foto: Instagram @travelingwithjuan)
(foto: Instagram @travelingwithjuan)

Di kawasan Kota Lama Semarang bisa dinikmati bangunan-bangunan dengan arsitektur era kolonial yang kental. Terlihat juga pada jalannya yang tidak diaspal melainkan menggunakan tehel yang memang semenjak dulu menjadi pertanda kawasan Kota Lama. Bangunan ikonik yang ada di kota lama Semarang diantaranya adalah Gereja Blenduk yang dibangun abad 18 dan Jembatan Mberok yang dibangun pada abad ke 17.

Selain itu juga ada Gedung Marabunta yang memiliki patung besar berupa semut sebagai ikon. Gedung Marabunta kini berfungsi sebagai restoran mewah beraroma Eropa. Area kota lama semarang buka 24 jam. Namun untuk berwisata sebaiknya dilakukan siang hari. Hal ini karena beberapa lokasi dalam ruangan hanya dibuka pada siang hari saja. Objek wisata ini meliputi musium 3D, penyewaan sepeda onthel, café café dan gallery seni.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *