Mengenal Museum Batik Danar Hadi Solo

  • 2 min read
  • Aug 02, 2020

Hai, Smart Ladies!

Kota
Solo, indentik dengan kebudayaan Jawa, salah satunya adalah batik. Di Solo ada
sebuah museum yang khusus mengoleksi berbagai jenis batik, yaitu Museum Batik
Danar Hadi.

Museum
Batik Danar Hadi didirikan oleh H. Santosa Doellah, pemilik perusahaan batik PT
Danar Hadi Solo, bersama istrinya, Hj. Danarsih Santosa, pada tahun 1967. Nama
Danar Hadi diambil dari gabungan dari dua nama, Danarsih dan H. Hadipriyono
(ayah Danarsih).

Melestarikan Seni Batik

Pendirian
museum ini dilatarbelakangi keprihatinan dan obsesi bapak H. Santosa terhadap
pelestarian dan pengembangan seni batik. Berdirinya Museum Batik Danar Hadi
memiliki tiga tujuan utama, yaitu melestarikan dan mengembangkan seni batik,
menambah sarana pendidikan, dan obyek wisata di Kota Solo.

Museum
Batik Danar Hadi terletak di Jalan Brigjen Slamet Riyadi 261-263 Solo, tepatnya
di dalam kompleks Dalem Wuryaningratan. Bangunan ini beraksitektur Jawa kuno
yang dibangun pada abad XIX (kira-kira tahun 1890) oleh arsitek Belanda.
Meskipun bernuansa Eropa, tata ruangnya tetap mengikuti konsep rumah adat Jawa.

Dalem Wuryoningratan / pariwisatasolo.surakarta.go.id

Sembilan Jenis Batik

Ruangan
museum dibagi sebelas bagian untuk memajang sembilan jenis koleksi batik sesuai
tema museum, yaitu “Batik Pengaruh Zaman dan Lingkungan”. Sembilan jenis batik
tersebut adalah batik Belanda, batik Djawa Hokokai, batik Pengaruh India, batik
Kraton, batik Pengaruh Kraton, batik Sudagaran, batik Petani, batik Indonesia,
dan batik Danar Hadi.

Museum Batik Danar Hadi/pinterest

Museum
Batik Danar Hadi tercatat di MURI (Museum Rekor Indonesia) sebagai museum
dengan koleksi batik terbanyak. Lebih dari 10.000 lembar.  batik tersimpan dalam museum ini, dengan masa pembuatan
antara tahun 1840 sampai 1910. Sebanyak 1.500 potong di antaranya langsung
diperoleh dari koleksi pribadi seorang kurator Museum Troupen, Belanda. Karena
jumlah kainnya sangat banyak, maka dipajang secara bergantian. Setiap tujuh
sampai sembilan bulan sekali, koleksi pajangan diganti.

Museum Batik Danar Hadi/azwisata.com

Tak
hanya memajang koleksi, Museum Danar Hadi pada saat-saat tertentu juga
menggelar pelatihan membatik secara langsung. Para pengunjung dapat menyaksikan
secara langsung proses pembuatan batik di ruangan besar yang terletak di belakang
museum. Ratusan pekerja sibuk mengerjakan pembuatan batik dari awal sampai
akhir, baik batik tulis maupun cap.

Saat
berkunjung ke Museum Batik Danar Hadi, kita juga bisa mengunjungi ruang pamer
yang menjual berbagai macam produk, dikenal dengan House of Danar Hadi. Terdapat juga restoran yang diberi nama Soga
Resto. Kompleks bangunan ini memang disiapkan untuk tujuan wisata yang lengkap.

Sebagai informasi tambahan, jam operasional Museum Batik Danar Hadi buka mulai pukul 09.00–16.30 WIB dengan harga tiket umum Rp35.000,00 dan pelajar Rp8.000,00. Yuk, lestarikan batik sebagai warisan budaya Indonesia.

Dikutip dari :
https://joeragan-artikel.com/mengenal-museum-batik-danar-hadi-solo/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *