Keep Spirit

Stress? Jaga Kesehatan Mental di Masa Pandemi Lewat Ini

Pentingnya menjaga kesehatan mental saat pandemi (ilustrasi: toledolibrary) SPIRIT – Pandemi virus Corona belum juga usai hingga kini. Setiap hari kita dijejali...

Written by Keep Spirit · 2 min read >
Pentingnya menjaga kesehatan mental saat pandemi (ilustrasi: toledolibrary)
Pentingnya menjaga kesehatan mental saat pandemi (ilustrasi: toledolibrary)

SPIRIT – Pandemi virus Corona belum juga usai hingga kini. Setiap hari kita dijejali berita betapa menyeramkannya virus ini. Pandemi tidak hanya berbahaya bagi fisik kita, namun juga mengencam kesehatan mental kita. Menjaga kesehatan mental sangatlah penting agar imun tubuh kita tetap terjaga. Apa saja gangguan kesehatan mental yang bisa terjadi saat pandemi? Dan bagaimana cara mengatasinya?

Dilansir dari laman Alodokter, dr. Andi Marsa Nadhira menuliskan bahwa gangguan kesehatan mental dapat menimbulkan rasa takut dan panik. Apalagi anjuran untuk diam di rumah serta kebijakan social distancing, yang kini disebut physical distancing.

Hal ini sedikit banyak menimbulkan jarak secara emosional antara keluarga, sahabat, rekan kerja, teman, atau umat persekutuan di tempat ibadah yang dapat saling memberi dukungan. Bagi sebagian orang, hal ini bisa dirasakan sebagai suatu tekanan atau beban yang sangat besar. Bila tidak dikendalikan, tekanan tersebut akan berdampak negatif pada kesehatan mental.

Gangguan Mental Saat Pandemi

Ketakutan yang berlebihan dapat menyebabkan turunnya imun tubuh (Ilustrasi: Shutterstock)
Ketakutan yang berlebihan dapat menyebabkan turunnya imun tubuh (Ilustrasi: Shutterstock)

Gangguan kesehatan mental yang terjadi selama pandemi dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti ketakutan terhadap wabah, rasa terasing selama menjalani karantina, kesedihan dan kesepian karena jauh dari keluarga atau orang yang dikasihi, kecemasan akan kebutuhan hidup sehari-hari, ditambah lagi kebingungan akibat informasi yang simpang siur.

Hal-hal tersebut tidak hanya berdampak pada orang yang telah memiliki masalah kesehatan mental, seperti depresi atau gangguan kecemasan umum, namun juga dapat memengaruhi orang yang sehat secara fisik dan mental. Beberapa kelompok yang rentan mengalami stres psikologis selama pandemi virus Corona adalah anak-anak, lansia, dan petugas medis. Tekanan yang berlangsung selama pandemi ini dapat menyebabkan gangguan berupa:

  • Ketakutan dan kecemasan yang berlebihan akan keselamatan diri sendiri maupun orang-orang terdekat
  • Perubahan pola tidur dan pola makan
  • Bosan dan stres karena terus-menerus berada di rumah, terutama pada anak-anak
  • Sulit berkonsentrasi
  • Penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan
  • Memburuknya kesehatan fisik, terutama pada penderita penyakit kronis, seperti diabetes dan hipertensi
  • Munculnya gangguan psikosomatis

Tips Menjaga Kesehatan Mental Selama Pandemi Virus Corona

Olah raga dan menyalurkan hobi adalah salah satu cara menjaga kesehatan mental (ilustrasi: UNICEF/UNI316134)
Olah raga dan menyalurkan hobi adalah salah satu cara menjaga kesehatan mental (ilustrasi: UNICEF/UNI316134)

Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kesehatan mental selama pandemi virus Corona:

1. Kunci kesehatan mental dari aktivitas fisik

Berbagai olahraga ringan, seperti lari kecil atau lompat di tempat, dapat Anda lakukan selama menjalani karantina di rumah. Dengan melakukan aktivitas fisik, tubuh Anda akan memproduksi hormon endorfin yang dapat meredakan stres, mengurangi rasa khawatir, dan memperbaiki mood Anda. Latihan peregangan dan pernapasan juga dapat membantu Anda untuk menenangkan diri. Jangan lupa untuk berjemur di bawah sinar matahari pagi untuk meningkatkan sistem imun.

2. Kesehatan mental dipicu makanan bergizi

Konsumsilah makanan yang mengandung protein, lemak sehat, karbohidrat, vitamin, mineral, dan serat. Beragam nutrisi tersebut dapat Anda peroleh dari nasi dan cereal, buah-buahan, sayuran, makanan laut, daging, kacang-kacangan, serta susu. Bukan hanya untuk menjaga kesehatan tubuh Anda, asupan nutrisi yang cukup juga dapat menjaga kesehatan mental Anda, baik secara langsung maupun tidak langsung.

3. Menghentikan kebiasaan buruk

Bila Anda seorang perokok, cobalah hentikan kebiasaan buruk tersebut mulai dari sekarang. Merokok akan meningkatkan risiko Anda terinfeksi kuman penyakit, termasuk virus Corona. Selain itu, batasi juga konsumsi minuman beralkohol. Kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol dapat mengganggu kesehatan fisik maupun mental Anda.

Kebiasaan buruk yang juga perlu dihentikan adalah kurang beristirahat atau sering begadang. Jika kurang istirahat, Anda akan lebih mudah mengalami kecemasan dan mood Anda pun akan lebih tidak stabil.

Bijak memilih informasi agar kesehatan mental tidak terganggu (ilustrasi: axa)
Bijak memilih informasi agar kesehatan mental tidak terganggu (ilustrasi: axa)

4. Membuat rutinitas sendiri

Selama menjalani karantina di rumah, Anda bisa melakukan hobi atau aktivitas yang Anda sukai, misalnya memasak, membaca buku, atau menonton film. Selain meningkatkan produktivitas, kegiatan tersebut juga dapat menghilangkan rasa jenuh.

5. Lebih bijak memilah informasi demi kesehatan mental

Batasi waktu Anda untuk menonton, membaca, atau mendengar berita mengenai pandemi, baik dari televisi, media cetak, maupun media sosial untuk mengurangi rasa cemas. Meski begitu, jangan menutup diri sepenuhnya dari informasi yang penting. Pilah informasi yang Anda terima secara kritis dan bijak. Dapatkan informasi mengenai pandemi virus Corona hanya dari sumber yang terpercaya.

6. Menjaga komunikasi dengan keluarga dan sahabat

Luangkan waktu untuk berkomunikasi dengan keluarga, sahabat, teman, dan rekan kerja Anda, baik melalui pesan singkat, telepon, atau video call. Anda bisa menceritakan kekhawatiran dan kecemasan yang Anda rasakan. Dengan cara ini, tekanan yang Anda rasakan dapat berkurang sehingga Anda bisa lebih tenang.

Bila Anda memang memiliki gangguan mental, konsumsilah obat-obatan yang telah diresepkan dokter secara rutin. Bila perlu, periksakan diri Anda ke dokter secara berkala agar dokter dapat memantau perkembangan kondisi Anda.

Rasa takut dan cemas memang normal dirasakan selama masa pandemi seperti ini. Namun, cobalah untuk selalu berpikir positif dan bersyukur. Jika stres dan ketakutan yang Anda alami terasa sangat berat, jangan ragu berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Kondisi tersebut haruslah segera diatasi, agar tidak semakin menurunkan sistem kekebalan tubuh dan memicu munculnya penyakit-penyakit lain yang dapat mengganggu kualitas hidup.

Written by Keep Spirit
Keep Spirit! Saya hanyalah seorang Penulis Biasa yang Merangkai dan mengembangkan kata demi kata, Merangkum dari Beberapa sumber, dan saat ini saya Sebagai Penulis di Spirit.Web.ID Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *